Kaos telah menjadi pakaian yang pasti ada di lemari kita. Tapi Sobat PKJ udah tau belum asal-usul dari kaos sendiri? Yuk kita cari tau lebih lanjut gimana sejarah dari kaos sampai bisa ada di lemari kita.
Awal Mula kaos

Sejarah kaos dimulai pada abad ke-19 di Amerika Serikat, di mana para tentara Amerika selama Perang Dunia I menggunakan kaos sebagai pakaian dalam. Pada awalnya, kaos hanya berwarna putih dan tanpa desain. Namun seiting dengan berkembangnya masa, kaos menjadi populer dan turut menjadi pakaian dalam untuk pekerja di berbagai industri.
Mulai Populernya Kaos

Kaos mulai populer dan mendapatkan perhatian sebagai pakaian luar setelah Perang Dunia II, ketika veteran mulai mengenakannya di bawah seragam mereka sebagai pakaian kasual. Namun, kaos menjadi lebih populer dan meledak sebagai pakaian sehari-hari setelah Marlon Brando memakainya dalam film “A Streetcar Named Desire” pada tahun 1951.
Revolusi Kaos di Era Pop Kultur

Era 60-an dan 70-an melihat kaos menjadi sarana ekspresi diri. Seperti band-band rock yang mulai menjual kaos mereka sebagai merchandise, juga sebagai sarana politik dengan mencetak pesan-pesan politik di dada banyak pemuda dan aktivis.
Evolusi Desain dan Bahan
Dengan berjalannya waktu, kaos telah mengalami evolusi dalam desain dan bahan. Dari kaos polos, kini kita memiliki berbagai pilihan warna, cetakan, bahan, hingga sablonnya. Desainer juga mulai bereksperimen dengan potongan, bentuk, dan grafis, menjadikan kaos sebagai kanvas untuk menyalurkan kreativitas.
Sekarang kamu juga bisa loh, salurin ide kreatifmu untuk di sablon ke kaos! langsung pesen aja di Pusat Konveksi Jogja.

